ABOUT OUR SCHOOLThis is a featured page


our student with uniform


.
SMK Penerbangan Angkasa Bogor Didirikan pada tahun 1972 di Landasan Udara Lanud Atang Senjaya Oleh
YASAU yang sekarang berubah menjadi Yayasan Ardya Garini YASARINI,dan di prakarsai oleh Mayor Penerbang SP.UTOMO.
Penerbangan Bogor Merupakan Sekolah Terbaik yang mengharuskan Test masuk yang sangat Ketat ditingkatannya.
Siswa siswi di penerbangan Bogor tidak hanya dari Bogor saja melainkan dari seluruh Indonesia karena merupakan sekolah pilihan di indonesia.
Guru - guru di penerbangan Bogor mayoritas adalah orang-orang terbaik di TNI AU dan juga staf pengajar sipil y
ang mempunyai background Pendidikan S1.
Penerbangan Bogor Mempunyai 2 (dua) pilihan jurusan bagi Siswa-siswi yang telah lulus dari test MasukYaitu >>>>
Avionic Pesawat Terbang Serta Motor dan rangka pesawat terbang.
Penerbangan Bogor di Kepala sekolahi oleh seorang Letnan Kolonel TNI AU yang Menjadi komandan di Squadron di Landasan udara Atang Sendjaya dengan masa jabatan rata-rata 3 tahun.
Penerbangan Bogor sampai dengan tahun DIKLAT 2008 telah meluluskan lebih dari 40.0000 lulusan yang telah bekerja sebagai Pilot,Teknisi,ABRI serta Pegawai karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan Penerbangan maupun instansi-instansi pemerintah dan Swasta lainnya.



Tujuan dari di buatnya website ini adalah sebagai sarana informasi dan komunikasi bagi siswa - siswi serta alumni dan juga para guru dan kalayak umum yang ingin mengetahui ilmu penerbangan dan dirgantara di indonesia.
walaupun siswa telah melanjutkan ke perguruan tinggi maupun dunia kerja , semoga web ini berguna bagi kita semua.



SMK Penerbangan "Angkasa" di kawasan Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor, Jawa Barat (Jabar) ternyata tidak hanya mampu mencetak siswa-siswa berdedikasi dan berdisiplin tinggi dalam berkehidupan, tapi juga mampu menghasilkan tenaga teknisi siap pakai dan siap kerja.
Sekolah yang berdiri sejak tahun 1972 dengan nama STM Penerbangan adalah salah satu sekolah yang bertujuan untuk mendidik dan memberi bekal kepada para siswa dari kalangan anggota TNI Angkatan Udara dalam soal teknisi pesawat terbang yang siap pakai, dengan Jurusan Motor dan Rangka Pesawat Terbang, Listrik, serta Avionika Pesawat Terbang.
Namun dengan semakin pesatnya animo masyarakat umum untuk menyekolahkan putra-putrinya pada sekolah tersebut, akhirnya kebijakan awal manajemen sekolah mengalami perubahan, sekolah teknik menengah Penerbangan tidak lagi menjadi sekolah dominasi putra-putri anggota TNI Angkatan Udara tetapi sudah semakin luas kepesertaannya.
"Sekolah ini terbuka untuk umum, siapapun yang ingin memasuki dan menyekolahkan anaknya di sekolah ini silakan. Pihak sekolah tidak pernah melakukan perbedaan, apakah ia anak petani, pedagang atau karyawan pabrik. Asalkan mereka memenuhi persyaratan dan mau mengikuti peraturan sekolah, silakan bergabung," jelas Kepala SMK Penerbangan Kukuh Sudibyanto kepada Pelita, di kantornya, Kamis (21/11).
Sebagai salah satu sekolah swasta bergengsi di kawasan Bogor, SMK Penerbangan, menurut Kukuh Sudibyanto pernah mendapat penghargaan sebagai sekolah yang bermutu tinggi dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Jawa Barat, pada 20 Juni 2002.
Bagi pihak sekolah, penghargaan itu adalah satu kebanggaan, tetapi dipihak lain merupakan beban dan terus menjadi bahan pertanyaan pengurus dan pendidik sekolah. Alasannya, para pengajar tidak mengetahui kriteria sekolah yang bermutu.
"Apa kriteria bermutu dilihat dari kedisiplinan kami dalam soal belajar dan mengajar atau karena banyak para lulusan SMK Penerbangan yang diterima di berbagai kantor maupun lembaga swasta di Tanah Air," kata Wakil Kepala SMK Penerbangan Drs H Thoyib Gunawan.
Lulusannya jadi TNI
Menurut catatan pihak sekolah, para lulusan SMK Penerbangan cenderung lebih banyak diterima di kalangan TNI khususnya TNI AU maupun dari lembaga atau maskapai penerbangan domestik/ nasional, dan asing. Selain tidak tertutup banyak di antaranya yang masuk menjadi polisi, tetapi yang pasti sejak dua tahun lalu, siswa dan siswi SMK Penerbangan sudah dapat melanjutkan sekolah ke jenjang Akademi TNI AU (AAU).
Soal pembebasan biaya SPP bagi siswa-siswi masyarakat tidak mampu, tetap dilaksanakan, termasuk para siswa berprestasi dan mempunyai ranking. "Kami akan memberikan bea siswa selama satu tahun pelajaran," kata Thoyib.
SMK Penerbangan yang kini berstatus "Disamakan", sistem pendidikannya mengacu kepada sistem yang dianut Depdiknas, yaitu menggunakan sistem catur wulan (cawu), yang terdiri dari sembilan cawu. Soal kedisiplinan, sekolah ini mungkin tidak diragukan, sebab menurut Thoyib Gunawan, hampir kebanyakan para orang tua murid menyekolahkan putranya pada SMK Penerbangan "Angkasa", alasan pertama karena kedisiplinan, kelengkapan sarana dan prasarana belajar dan peluang mendapatkan kerja setelah lulus sangat terbuka luas.
Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki sekolah tersebut, sehingga sekolah ini makin banyak diminati masyarakat sekitar Jabotabek maupun masyarakat yang berasal dari luar Pulau Jawa, antara lain dari Irian (Papua), Banjarmasin, Lampung, dan Ujungpandang.
Pada awal berdirinya SMK Penerbangan, jumlah ruang kelas hanya enam kelas, dengan siswa sebanyak 59 orang dan 22 guru. Selanjutnya, dengan semakin bertambahnya sarana dan prasarana sekolah, jumlah siswa bertambah menjadi sebanyak 500 siswa, dengan 18 lokal kelas dan delapan lokal ruang laboratorium dan praktik keterampilan komputer dan bahasa asing, dan satu lokal sarana beribadah berupa masjid .(sumber Koran Pelita Bogor)



kapal
kapal
Latest page update: made by kapal , Aug 16 2009, 10:03 PM EDT (about this update About This Update kapal Edited by kapal

535 words added

view changes

- complete history)
Keyword tags: Saya Ganteng
More Info: links to this page
There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.

Related Content

  (what's this?Related ContentThanks to keyword tags, links to related pages and threads are added to the bottom of your pages. Up to 15 links are shown, determined by matching tags and by how recently the content was updated; keeping the most current at the top. Share your feedback on WikiFoundry Central.)